preloader

Tentang Digigarda

Visi dan Misi Digigarda

Visi

Menghadirkan dan mengembangkan ekosistem digital khusus untuk industri sekuriti di Indonesia

Misi

  • Menghadirkan dan mengembangkan ekosistem digital khusus untuk industri sekuriti di Indonesia
  • Memberikan layanan yang berstandart kualitas tinggi dalam industri sekuriti
  • Meningkatkan kualitas layanan keamanan di industri dan masyarakat.
element
About Us

Profil Perusahaaan

Pemanfaatan teknologi digital di dalam industri sekuriti sampai saat ini masih relatif rendah. Hingga saat ini belum tersedia ekosistem digital yang hadir khusus untuk industri sekuriti. Sehingga pola kerja konvensional dan tradisional masih berlansung sampai dengan saat ini.

Berawal pada tahun  2019 oleh beberapa orang yang sangat berpengalaman dengan latar belakang di industri telekomunikasi, teknologi informasi dan keamanan. Mereka melihat potensi yang besar untuk kebutuhan ekosistem digital yang nantinya akan menjadi tulang punggung kegiatan pengamanan untuk seluruh industri. Hal ini dipastikan akan merubah tata cara pengelolaan kegiatan pengaman. Dimana efisiensi, optimalisasi dan transparansi menjadi kunci utama dari pemanfaatan ekosistem digital ini

Tanggapan positif dari stakeholder mengenai transformasi digital pada industri sekuriti ini yang akhirnya mengawali langkah berdirinya Digigarda sebagai Perusahaan Teknologi Sekuriti - Security Technology Company pertama di Indonesia.

Sebagai salah satu komitmen awal dan bentuk tanggung jawabi, Digigarda saat ini sudah memilik Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Nomer 03037/DJAI.PSE/10/2020 dari Kementerian Komunikasi Dan Informatika Republik Indonesia. Seluruh kegiatan dan sistem yang Digigarda kembangkan sudah memenuhi syarat yang di wajibkan sehingga keamanan dan kenyamanan seluruh pengguna menjadi prioritas utama kami

Official Ecosystem Partner

Kami menyadari, bahwa untuk tumbuh dan berkembang Digigarda memerlukan official partner yang dapat mendukung usaha kami. Kehadiran mereka dapat membawa warna baru untuk industri sekuriti di ekosistem digital ini.

OUR BEST

Dedicated Team

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting has been the industrys standard dummy text ever since

Profil Perusahaan

Struktur Perusahaan

Pieter Swanepoel

Chief Technology Officer

Pria ini lebih dari 30 tahun menggeluti industri teknologi informasi global. Pieter memiliki spesialisasi di jasa solusi telekomunikasi serta ahli di bidang backend platform dan smartcard business.

Aditya P. Warsito

CEO | Founder

Pilot pesawat komersial lulusan Soutwind Flight Training System ini mengantongi portofolio impresif, di antaranya adalah 14 tahun bekerja di industri teknologi informasi, delapan tahun menjadi ahli di industri oil & gas, serta enam tahun berkecimpung di usaha jasa pengamanan. Aditya juga mencetak sukses membantu perusahaan Indonesia memasuki pasar global greenfield smartcard.

Tris Chandra Putra

Co-Founder

Sebelum terjun di dunia start-up, Tris adalah auditor senior di Departemen Pajak Indonesia dengan latar belakang pengalaman di bidang finansial dan pajak yang mumpuni. Kecintaannya terhadap disruptive technology serta industri finansial modern membuatnya memutuskan untuk bergabung dengan digigarda.

Dian Wulandari

Co-Founder

Wulan pernah bekerja di sejumlah perusahaan global di Indonesia, terutama di industri manufacturing dan teknologi. Keinginannya untuk melahirkan sebuah perusahaan start-up membuat Wulan bergabung dengan digigarda dengan tugas membentuk susunan sistem keuangan dalam perusahaan.

Sejarah

Digigarda dibentuk pada 2019 oleh orang-orang paling kompeten di bidangnya. Digigarda lahir karena absennya ekosistem yang praktis dalam industri jasa pengamana di Indonesia. Pada awal kuartal kedua 2020, aplikasi digigarda resmi dirilis dengan fokus menyediakan disruptive technology untuk industri jasa pengamanan di Indonesia.

Aplikasi ini berfungsi untuk menunjang ekosistem kerja transparan yang melibatkan tiga hal penting dalam industri jasa pengamanan: tenaga kerja, dokumentasi, dan informasi—yang hingga saat ini proses pencatatannya masih dilakukan secara manual.