preloader

Tentang Digigarda

Visi dan Misi

Visi

Menghadirkan ekosistem jasa pengamanan berbasis teknologi di Indonesia.

Misi

  1. Mengefektifkan & meningkatkan transparansi dalam industri pengamanan.
  2. Memberikan layanan yang berkualitas tinggi dalam industri pengamanan.
  3. Meningkatkan kualitas layanan keamanan di masyarakat.
844

Happy Clients

1240

Projects Done

1541

Days Of Work

Profil Perusahaan

Digigarda dibentuk pada 2019 oleh beberapa orang yang sangat berpengalaman dengan latar belakang di industri telekomunikasi, teknologi informasi dan keamanan. Digigarda lahir karena absennya ekosistem digital yang praktis dalam industri jasa pengamanan di Indonesia.

Pada awal kuartal kedua 2020, aplikasi Digigarda resmi dirilis untuk menunjang ekosistem kerja yang melibatkan tiga hal penting dalam industri jasa pengamanan: workforce, documentation & information — yang hingga saat ini proses kegiatan pengamanan masih dilakukan secara manual. Dengan demikian, diharapkan tercipta hubungan simbiosis mutualisme bagi perusahaan pengguna jasa, Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) dan personel keamanan.

illustration3
OUR BEST

Dedicated Team

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting has been the industrys standard dummy text ever since

Michael Jackson

Ul / Ux Designer

Jane Anderson

Ul / Ux Designer

Norman Gordon

Ul / Ux Designer

Struktur Perusahaan

Pieter Swanepoel

Chief Technology Officer

Pria ini lebih dari 30 tahun menggeluti industri teknologi informasi global. Pieter memiliki spesialisasi di jasa solusi telekomunikasi serta ahli di bidang backend platform dan smartcard business.

Aditya P. Warsito

CEO | Founder

Pilot pesawat komersial lulusan Soutwind Flight Training System ini mengantongi portofolio impresif, di antaranya adalah 14 tahun bekerja di industri teknologi informasi, delapan tahun menjadi ahli di industri oil & gas, serta enam tahun berkecimpung di usaha jasa pengamanan. Aditya juga mencetak sukses membantu perusahaan Indonesia memasuki pasar global greenfield smartcard.

Tris Chandra Putra

Co-Founder

Sebelum terjun di dunia start-up, Tris adalah auditor senior di Departemen Pajak Indonesia dengan latar belakang pengalaman di bidang finansial dan pajak yang mumpuni. Kecintaannya terhadap disruptive technology serta industri finansial modern membuatnya memutuskan untuk bergabung dengan digigarda.

Dian Wulandari

Co-Founder

Wulan pernah bekerja di sejumlah perusahaan global di Indonesia, terutama di industri manufacturing dan teknologi. Keinginannya untuk melahirkan sebuah perusahaan start-up membuat Wulan bergabung dengan digigarda dengan tugas membentuk susunan sistem keuangan dalam perusahaan.

Sejarah

Digigarda dibentuk pada 2019 oleh orang-orang paling kompeten di bidangnya. Digigarda lahir karena absennya ekosistem yang praktis dalam industri jasa pengamana di Indonesia. Pada awal kuartal kedua 2020, aplikasi digigarda resmi dirilis dengan fokus menyediakan disruptive technology untuk industri jasa pengamanan di Indonesia.

Aplikasi ini berfungsi untuk menunjang ekosistem kerja transparan yang melibatkan tiga hal penting dalam industri jasa pengamanan: tenaga kerja, dokumentasi, dan informasi—yang hingga saat ini proses pencatatannya masih dilakukan secara manual.